motivasi

blogger templates

AKU INGIN JADI PENULIS

Keinginan untuk menjadi penulis sudah ada sejak aku masih duduk di bangku SMA dulu. Saat itu aku tertarik untuk menulis di surat kabar, tapi aku belum tahu bagaimana caranya. Aku memberanikan diri untuk sharing dengan guruku, tapi saat itu terhenti sebatas motivasi tanpa ada tindak lanjut sama sekali. Akhirnya keinginan itu kulampiaskan dalam buku harianku, puisi, curhat pribadi, menumpuk seperti sampah. Tidak ada tujuan pasti kenapa aku menulis, yang jelas hanya tumpahan keinginan seseorang yang terobsesi untuk menjadi penulis.

Sampai aku duduk di bangku kuliah, keinginan itu masih terpatri kuat dalam benak pikiranku. Namun masih saja sebatas impian yang belum juga menjadi kenyataan. Aku masih berkutat pada bacaan-bacaan teoritis menulis. Sehingga belum ada sama sekali sebuah karya yang aku tulis dan aku publikasikan. Sayang sekali memang, namun pengembaraanku dalam jagad penulisan tidak berhenti. Sampai sekarang aku masih terus berjalan mengikuti keinginanku untuk belajar menulis.

Pernah aku berguru dengan W.S. Rendra yang berjuluk Sang Burung Merak, yang sudah meninggal itu, tidak secara langsung berhadapan dengan beliau tapi melalui tulisan-tulisannya aku belajar. Kata-kata motivasinya yang aku ingat begini, “Penulis harus secukupnya saja menyesali kegagalan atau mensyukuri kesuksesan. Ia tidak boleh terjerat oleh sukses atau kegagalan karyanya. Kegemaran berkokok atas satu sukses atau menangis pilu karena suatu kegagalan akan menyebabkan ia kerdil. Pikiran dan jiwa tidak lagi merdeka tanpa beban sehingga kemurnian jiwa sukar lagi ia dapatkan. Pada hakekatnya, seorang penulis harus memahami bahwa nama itu kosong dan ketenaran itu hampa, hanya jalan hidup yang nyata.” Kata-katanya ini, menurutku mengandung nilai filosofis yang sangat dalam maknanya. Beliau mungkin menginginkan bahwa menjadi penulis itu harus mampu menjaga keseimbangan jiwa, tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan yang menimpanya baik kebahagiaan maupun kesedihan, hal ini penting untuk menjaga originalitas penulis dalam menghasilkan karya-karyanya. Beliau pun mengingatkan bahwa menjadi penulis itu harus memahami bahwa hanya jalan hidup yang nyata. Nama dan ketenaran tidak penting, yang penting adalah jalan hidup yang ia jalani.

Banyak aku mengambil pelajaran dengan berguru dari Sang Burung Merak ini, paling tidak aku bisa tahu bagaimana membangun pondasi menjadi seorang penulis. Penulis itu tidak berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya, yang membedakan hanya ia mampu menulis sedang yang lain tidak, ia mampu mengungkap hal yang orang lain tidak mampu mengungkapnya. Pada akhirnya penulis tidak boleh menyombongkan diri sebagai seorang penulis, karena sesungguhnya kesombongan itu akan menghancurkan segala sesuatu. Karena hanya Tuhan yang berhak menyandang sifat sombong, manusia tidak berhak sama sekali.

Sampai sekarang aku terus menjaga keinginanku itu, walaupun aku tidak tahu kapan keinginan itu akan terwujud. Aku juga belum tahu pasti, sampai di manakah seseorang itu bisa dikatakan penulis? Memang secara umum, seseorang itu dikatakan sebagai penulis kalau ia sudah punya nama dan bersanding atas karya-karyanya. Tapi sesempit itukah pengertian seorang penulis, bukankah mereka yang sudah merintis di jalan penulisan itu juga bisa dikatakan seorang penulis. Sekali lagi, nama dan ketenaran tidak penting, yang penting dan nyata adalah jalan hidup. Dan kata-kata terakhir untuk diriku sendiri, “menulislah! maka engkau akan bisa memahami jalan hidupmu.”

0 Response to "motivasi"